Menurut PP Nomor 26 Tahun 2008, Kawasan bentang alam goa dan karst Adalah Kawasan Lindung. Unduh Peraturan Pemerintah tersebut. Cermati Pasal 52 ayat (5) huruf a, Pasal 53 ayat (1) huruf b, dan Pasal 60 Ayat (2) huruf c dan f
Acintyacunyata Speleological Club (ASC) Yogyakarta kembali mengadakan penerimaan Anggota calon anggota baru ASC. Kegiatan bertajuk Open Recruitment ini akan dilaksanakan pada Akhir Januari – Februari. Untuk kali ini penerimaan anggota baru hanya untuk lingkup Yogyakarta, karena ditujukan untuk regenerasi orgasnisasi ASC. Kegiatan ini akan berlangsung pada :
Kata speleology diambil dari bahasa yunani yaitu spelaion= gua, dan logos= ilmu. Menurut catatan, John Beaumont, seorang ahli bedah dari Somerset, Inggris, yang juga dikenal sebagai ahli pertambangan dan geologi amatir, sebagai orang yang pertama menuruni sumuran (potholing) pada tahun 1674. Dia menuruni sumuran sedalam 20 meter dan emnemukan ruangan sepanjang 20 meter, lebar 3 meter dan ketinggian plafon 10 meter, dengan menggunakan penerangan lilin. Menurut catatan Beaumont merangkak sejauh 100 meter dan enemukan jurang (internal pitch). Ia mengikat pada tali di tubuhnya dan minta diulur sedalam 25 meter dan mengukur ruangan dalam gua tersebut. Ia melaporkan penemuan ini ke Royal Society, lembaga pengetahuan Inggris.
Di tahun-tahun terakhir ada sebuah peralihan yang penting, dari penggunaan teori fisiografi dan pertimbangan kualitatip teori "klasik" menuju ke pendekatan proses yang lebih kuantitatip. Berbagai studi terakhir telah meneliti keadaan geologi, hidrologi, serta pelapukan kimiawi dan mekanis oleh pelapukan oleh iklim dan proses erosi yang berhubungan terhadap perguaan dan perkembangan karst. Bacaan yang merujuk ke hal-hal yang komprehensif misalnya yang dilakukan oleh Jennings (1985), Sweeting (1973), Ford dan Cullingford (1976), White (1988), Ford dan William (1989).
Gua : adalah setiap ruangan bawah tanah alam di bebatuan yang cukup dimasuki manusia. (Union Internationale de Speleologie). Gua : lubang alam yang ada di bumi. (William B. White, 1988)
Beberapa referensi yang mengulas proses-proses terjadinya gua, diantaranya adalah: