<?xml version="1.0" encoding="iso-8859-1"?>
<!-- generator="FeedCreator 1.7.2" -->
<rss version="2.0">
	<channel>
		<title>Subterra Indonesia</title>
		<description>Subterra site syndication</description>
		<link>http://subterra.web.id</link>
		<lastBuildDate>Tue, 07 Feb 2012 08:23:50 +0100</lastBuildDate>
		<generator>FeedCreator 1.7.2</generator>
		<image>
			<url>http://subterra.web.id/images/M_images/joomla_rss.png</url>
			<title>Subterra Indonesia</title>
			<link>http://subterra.web.id</link>
			<description>Subterra site syndication</description>
		</image>
		<item>
			<title>DIKLAT ASC 2012</title>
			<link>http://subterra.web.id/berita/diklat-asc-2012.html</link>
			<description> Acintyacunyata Speleological Club (ASC) Yogyakarta kembali mengadakan  penerimaan Anggota calon anggota baru ASC. Kegiatan bertajuk Open  Recruitment ini akan dilaksanakan pada Akhir Januari &amp;ndash; Februari. Untuk  kali ini penerimaan anggota baru hanya untuk lingkup Yogyakarta, karena  ditujukan untuk regenerasi orgasnisasi ASC. Kegiatan ini akan  berlangsung pada :</description>
			<category>Berita dan Info - Berita</category>
			<pubDate>Mon, 23 Jan 2012 07:58:38 +0100</pubDate>
		</item>
		<item>
			<title>Introduksi Speleologi</title>
			<link>http://subterra.web.id/speleologi-karstologi/introduksi-speleologi.html</link>
			<description>  Kata speleology berasal dari bahasa Yunani, yaitu spelaion = gua, dan logos = ilmu.  </description>
			<category>Materi - Speleologi &amp; Karstologi</category>
			<pubDate>Thu, 22 Nov 2007 17:22:06 +0100</pubDate>
		</item>
		<item>
			<title>Sejarah Speleologi</title>
			<link>http://subterra.web.id/speleologi-karstologi/sejarah-speleologi.html</link>
			<description>Kata speleology diambil dari bahasa yunani yaitu spelaion= gua, dan logos= ilmu. Menurut catatan, John Beaumont, seorang ahli bedah dari Somerset, Inggris, yang juga dikenal sebagai ahli pertambangan dan geologi amatir, sebagai orang yang pertama menuruni sumuran (potholing) pada tahun 1674. Dia menuruni sumuran sedalam 20 meter dan emnemukan ruangan sepanjang 20 meter, lebar 3 meter dan ketinggian plafon 10 meter, dengan menggunakan penerangan lilin. Menurut catatan Beaumont merangkak sejauh 100 meter dan enemukan jurang (internal pitch). Ia mengikat pada tali di tubuhnya dan minta diulur sedalam 25 meter dan mengukur ruangan dalam gua tersebut. Ia melaporkan penemuan ini ke Royal Society, lembaga pengetahuan Inggris.</description>
			<category>Materi - Speleologi &amp; Karstologi</category>
			<pubDate>Sun, 10 Feb 2008 15:51:41 +0100</pubDate>
		</item>
		<item>
			<title>Teori Klasik Pembetukan Gua</title>
			<link>http://subterra.web.id/speleologi-karstologi/teori-klasik-pembetukan-gua.html</link>
			<description>TEORI KLASIK MENGENAI PERKEMBANGAN PERGUAAN   (dari Reeder, (1988)   </description>
			<category>Materi - Speleologi &amp; Karstologi</category>
			<pubDate>Thu, 28 Feb 2008 20:21:21 +0100</pubDate>
		</item>
		<item>
			<title>Teori Moderen Pembetukan Gua</title>
			<link>http://subterra.web.id/speleologi-karstologi/teori-moderen-pembetukan-gua.html</link>
			<description>Di tahun-tahun terakhir ada sebuah peralihan yang penting, dari penggunaan teori fisiografi dan pertimbangan kualitatip teori  klasik  menuju ke pendekatan proses yang lebih kuantitatip. Berbagai studi terakhir telah meneliti keadaan geologi, hidrologi, serta pelapukan kimiawi dan mekanis oleh pelapukan oleh iklim dan proses erosi yang berhubungan terhadap perguaan dan perkembangan karst. Bacaan yang merujuk ke hal-hal yang komprehensif misalnya yang dilakukan oleh Jennings (1985), Sweeting (1973), Ford dan Cullingford (1976), White (1988), Ford dan William (1989).</description>
			<category>Materi - Speleologi &amp; Karstologi</category>
			<pubDate>Thu, 28 Feb 2008 20:28:49 +0100</pubDate>
		</item>
		<item>
			<title>Proses-proses Yang Mempengaruhi Terjadinya Gua</title>
			<link>http://subterra.web.id/speleologi-karstologi/proses-proses-yang-mempengaruhi-terjadinya-gua.html</link>
			<description>Gua : adalah setiap ruangan bawah tanah alam di bebatuan yang cukup dimasuki  manusia. (Union Internationale de Speleologie).  Gua : lubang alam yang ada di bumi. (William B. White, 1988)Beberapa referensi yang mengulas proses-proses terjadinya gua, diantaranya adalah:</description>
			<category>Materi - Speleologi &amp; Karstologi</category>
			<pubDate>Thu, 28 Feb 2008 20:38:43 +0100</pubDate>
		</item>
		<item>
			<title>Perjalanan-perjalanan Caving</title>
			<link>http://subterra.web.id/ekspedisi/perjalanan-perjalanan-caving.html</link>
			<description>Berikut ini adalah daftar link ke Blog atau Website lain yang menampilkan perjalanan maupun ekspedisi caver Indonesia.</description>
			<category>Artikel - Ekspedisi</category>
			<pubDate>Thu, 20 Mar 2008 06:00:28 +0100</pubDate>
		</item>
		<item>
			<title>Speleogenesa Gua-gua Tuban</title>
			<link>http://subterra.web.id/kliping-dan-paper/speleogenesa-gua-gua-tuban.html</link>
			<description>Secara umum, gua-gua di area karst Tuban terbentuk pada masa phreatik. Pembentukannya berlangsung ketika masih berada dibawah waterlevel. Interpretasi ini diperoleh dari pengamatan secara visual,  dimana hampir keseluruhan lorong gua yang ditelusuri selama penelitian merupakan gua dengan lorong yang bercabang-cabang dan saling terhubung satu dengan yang lain. Bentuk-bentuk percabangannya sangat tidak teratur. Tidak seperti pola-pola percabangan yang dibentuk oleh aliran permukaan. Selain itu, permukaan dinding gua relatif halus. Scallops, cekungan-cekungan kecil hasil pelarutan yang terbentuk pada batugamping, penciri khas pelarutan oleh aliran permukaan tidak ditemui.    </description>
			<category>Artikel - Kliping dan Paper</category>
			<pubDate>Thu, 13 Mar 2008 21:36:50 +0100</pubDate>
		</item>
		<item>
			<title>Selamatkan Karst Grobogan dan Pati</title>
			<link>http://subterra.web.id/kliping-dan-paper/selamatkan-karst-grobogan-dan-pati.html</link>
			<description>Perbukitan batu gamping di sekitar perbatasan Kabupaten Grobogan dan Pati, Jawa Tengah, memiliki peran dan nilai yang sangat penting bagi ekosistem di kedua kabupaten tersebut. Peran dan nilai yang sebenarnya jauh lebih besar daripada anggapan bahwa nilai perbukitan itu hanya merupakan tumpukan batu gamping raksasa yang menunggu ditambang, dikeruk, diledakkan, dan dikirim ke pabrik semen atau pabrik-pabrik lainnya. Pengrusakan kawasan batu gamping ini akan memengaruhi ekosistem untuk daerah yang jauh lebih luas daripada perkiraan. Ujung- ujungnya, korban terakhirnya adalah umat manusia karena alam memiliki mekanisme pertahanan yang sempurna. Jika tekanan terhadap dirinya makin berat, maka dia akan menyeimbangkan dirinya dengan cara membuat bencana agar dapat mengurangi populasi manusia. Perbukitan batu gamping kawasan ini memiliki sifat-sifat kawasan karst. </description>
			<category>Artikel - Kliping dan Paper</category>
			<pubDate>Thu, 24 Apr 2008 09:30:24 +0100</pubDate>
		</item>
		<item>
			<title>Liang Bua Flores, “Missing Link ” kebanyakan ditemukan di dasar gua…???</title>
			<link>http://subterra.web.id/ekspedisi/liang-bua-flores-missing-link-kebanyakan-ditemukan-di-dasar-gua.html</link>
			<description>(Oleh-oleh 17 agustusan dari Flores)Menjelang ulang tahun kemerdekaan RI yang ke-62, kami mendapat kehormatan untuk bergabung dengan tim Puslit Arkeologi Nasional yang masih melanjutkan penelitian di Liang Bua-Flores, tempat ditemukannya fosil manusia purba yang sempat menggemparkan dunia ilmu pengetahuan setelah diyakini sebagai hominid khas flores (homo floresiensis). Kedatangan kami ke Liang Bua tidak hanya sebatas untuk membantu masalah teknik di medan sulit saja, tetapi juga di minta untuk membantu menganalisa proses genesa Liang Bua dari sudut pandang speleolog, suatu hal yang cukup membanggakan setelah selama ini speleologi hanya dipandang sebelah mata oleh banyak pihak (terutama orang negeri sendiri). </description>
			<category>Artikel - Ekspedisi</category>
			<pubDate>Fri, 07 Mar 2008 22:56:01 +0100</pubDate>
		</item>
		<item>
			<title>Vertical Caving, Single Rope Technique</title>
			<link>http://subterra.web.id/caving/vertical-caving-single-rope-technique.html</link>
			<description>Single Rope Technique (SRT) adalah teknik yang dipergunakan untuk untuk menelusuri gua-gua vertikal dengan menggunakan satu tali sebagai lintasan untuk naik dan turun medan-medan vertikal. Berbagai sistem telah berkembang sesuai dengan kondisi medan di tempat lahirnya masing-masing metode. Namun yang paling banyak dipergunakan adalah Frog Rig System.     </description>
			<category>Materi - Caving</category>
			<pubDate>Tue, 11 Mar 2008 11:09:53 +0100</pubDate>
		</item>
		<item>
			<title>Vertikal Caving</title>
			<link>http://subterra.web.id/caving/vertikal-caving.html</link>
			<description>Banyak hal yang harus dipelajari ketika kita memutuskan untuk mulai menelusuri gua vertikal.Peralatan Personal Untuk Vertical Caving Peralatan Rigging (pemasangan lintasan) Teknik Pemasangan LintasanTeknik meniti tali tunggal (Single Rope Technique), naik (ascending) dan turun (descending) </description>
			<category>Materi - Caving</category>
			<pubDate>Tue, 11 Mar 2008 11:07:42 +0100</pubDate>
		</item>
		<item>
			<title>Vertical Caving, Simpul Yang Direkomendasikan</title>
			<link>http://subterra.web.id/caving/vertical-caving-simpul-yang-direkomendasikan.html</link>
			<description>Pada aktifitas penelusuran gua (caving) terdapat banyak simpul yang dipergunakan, berikut dengan fungsi kegunaannya, berikut kami sajikan beberapa jenis simpul yang di rekomendasikan dipergunakan dalam kegiatan sesuai dengan standart keamana. </description>
			<category>Materi - Caving</category>
			<pubDate>Tue, 11 Mar 2008 10:36:00 +0100</pubDate>
		</item>
		<item>
			<title>Vertical Caving, Tali (Static Rope)</title>
			<link>http://subterra.web.id/caving/vertical-caving-tali-static-rope.html</link>
			<description>Tali yang dipergunakan untuk vertical caving adalah jenis static rope. Yaitu jenis tali yang memiliki angka kemuluran (elongasi) yang rendah. </description>
			<category>Materi - Caving</category>
			<pubDate>Tue, 11 Mar 2008 10:07:31 +0100</pubDate>
		</item>
		<item>
			<title>Vertical Caving, Organisasi Rigging</title>
			<link>http://subterra.web.id/caving/vertical-caving-organisasi-rigging.html</link>
			<description>Organisasi Rigging, Yang dimaksud dengan organisasi rigging adalah manajemen dan pembagian kerja saat pembuatan lintasan. Persiapan dan pengaturan yang dilakukan meliputi banyak hal : </description>
			<category>Materi - Caving</category>
			<pubDate>Tue, 11 Mar 2008 10:18:21 +0100</pubDate>
		</item>
	</channel>
</rss>

