Pada penghitungan dari survey yang menggunakan metode closed traverse, selalu terjadi kesalahan (penyimpangan). Yaitu adanya dua stasiun yang meskipun pada kenyataannya di lapangan, stasiun tersebut sebenarnya hanya satu. Kesalahan tersebut meliputi penyimpangan koordinat dan elevasi stasiun terakhir yang seharusnya adalah sama dengan stasiun awal.
Penyebab kesalahan ini adalah ketidak sempurnaan terhadap: 1. alat (ingat: tidak ada alat yang sempurna) dan 2. pembacaan alat (ingat: tidak ada mata yang sempurna) ketika survey dilakukan. Dan kesalahan ini tidak mungkin dapat dihindarkan. Sebab tidak ada peralatan dan manusia yang ideal yang akan menghasilkan pengukuran yang ideal pula. Untuk mengatasi hal itu, angka penyimpangan kesalahan yang terjadi harus didistribusikan ke setiap stasiun. Kesalahan yang terjadi pada hasil survai magnetik (dengan menggunakan kompas) dan survai grade X (menggunakan theodolite, memiliki jenis yang berbeda. Pada survai menggunakan theodolite, kesalahan yang terjadi adalah akumulatif. Dalam ari kesalahan pada salah satu stasiun, akan mempengaruhi bagi posisi stasiun berikutnya. Sedangkan survai menggunakan kompas, kesalahan yang terjadi pada saat pembacaan di salah satu stasiun, tidak mempengarhui bagi stasiun berikutnya. <img src="http://www.subterra.or.id/images/uploads/kesalahan.jpg" border="1" alt="kesalahan" width="461" height="395" /> Distribusi kesalahan pada survai magnetik, dengan cara yang sederhana. Yaitu jumlah total kesalahan dibagi dengan jumlah lengan survai, kemudian didistribusikan ke tiap stasiun tersebut. Di bawah ini adalah distribusi untuk survai non magnetik. Perataan penyimpangan elevasi : Gambar skets perjalanan tampak samping memanjang <img src="http://www.subterra.or.id/images/uploads/selisihelevasi.gif" border="1" alt="image" width="579" height="145" /> Setelah perhitungan dilakukan, ternyata elevasi titik terakhir yang seharusnya sama dengan titik 1 terdapat penyimpangan sebesar f(h). Distribusi penyimpangan tiap stasiun, koreksinya adalah: Titik 1 sebesar = f(h) Titik 2 sebesar = d1/Sd x f(h) , dimana Sd adalah jumlah jarak datar keseluruhan Titik 3 sebesar = d1 + d2Sd x f(h) dan seterusnya. Elevasi titik terkoreksi = elevasi titik + koreksi Perataan Penyimpangan Koordinat Setelah perhitungan dilakukan, hasilnya adalah stasiun terakhir tidak kembali ke stasiun awal. Ada selisih jarak sebesar (d). d² = f(y)² + f(x)² Gambar Kesalahan Hasil Survey <img src="http://www.subterra.or.id/images/uploads/selisih_xy.gif" border="1" alt="image" width="500" height="284" /> Penyimpangan yang terjadi adalah penyimpangan absis f(x) dan ordinat f(y) Koreksi terhadap penyimpangan absis: Titik 1 besarnya = f(x) Titik 2 besarnya = d1/Sd x f(x) Titik 3 besarnya = d1 + d2Sd x f(x) Absis terkoreksi = absis lama + koreksi Koreksi terhadap penyimpangan ordinat, analog dengan perhitungan di atas. |
|
| Users' Comments |
|
Average user rating
(0 vote)
|
|
|