Untuk memudahkan perekaman situasi lorong gua, pergunakan simbol-simbol yang mewakili bentukan, ornamen, dan situasi lorong gua. Simbol ini pula yang dipergunakan dalam penggambaran peta nanti.
Simbol di bawah ini adalah berdasar pada yang diusulkan oleh Bryan Ellis (1975)  | Perubahan ketinggian yang seketika lebih besar daripada 1 meter, misalnya pitch, yang menyebabkan sebuah halangan. Perbedaan ketinggian, dalam meter, dapat ditampilkan salah satu sisi, tanda + atau -. |  | Kerikil atau batuan kecil
Pasir |  | Slope yang curam, lebih besar daripada 45 derajat. Arah panah menunjukkan arah turun. |  | Lumpur atau tanah liat
stalagmite pada lantai |  | Satu lorong menumpuk di atas yang lain. Garis untuk lorong bawah ditunjukkan dengan putus-putus, jika diperlukan untuk menandai perubahan bentuk atau arah. |  | Boulder besar. Rute melalui sela boulder dapat ditampilkan menggunakan garis yang lebih tebal disisi boulder yang sesuai. |  | Garis rekaan untuk daerah gua yang kecil dimana tidak memungkinkan untuk diukur. |  | Posisi stasiun survey yang ditandai permanen, yang memiliki koordinat telah dipublikasikan (tidak perlu ditampilkan jika mengaburkan detail yang lain). |  | Perubahan grade survey menjadi grade tertentu yang diinginkan. |  | Lokasi cross section dengan nomor referensi dan menampilkan arah pandangan. |  | Kolam atau aliran aktif dengan arah aliran ditunjukkan oleh panah. Batas aliran harus menggunakan skala dan hanya mengaliri sebagian lebar lorong. |  | Hanya untuk extended section, menampilkan jarak, dalam meter, mengabaikan jarak antar dua garis vertikal. |  | Kolam atau aliran aktif dengan arah aliran ditunjukkan oleh panah. Batas aliran harus menggunakan skala dan hanya mengaliri sebagian lebar lorong. | | | Standar simbol lain yang dipergunakan oleh: |
|
| Users' Comments |
|
Average user rating
(0 vote)
|
|
|